RSS

The Power of Positive MINDSET

Putaran jarum jam terus berjalan, dan roda kehidupan terus berkelana. Lalu, disela-sela perjalanan waktu itu, kita mungkin punya sekeping angan untuk bisa menjalani sejarah kehidupan dengan selaksa makna. Kita barangkali ingin menjadi insan-insan yang “berhasil” : sukses secara finansial, juga sukses secara spiritual.
Namun sungguh tak ada jalan instan menuju kesana. Dan mungkin justru juga disitu letak keajaibannya : proses menuju kesuksesan acap justru jauh lebih indah untuk dinikmati, dibanding hasil kesuksesan itu sendiri.
Proses perjuangan yang berliku, proses yang memaksa kita untuk berjibaku, proses yang membikin kita jatuh dan terpelanting, lalu bangun, jatuh lagi, dan bangun kembali……..semua ini acapkali merupakan momen-momen yang membikin kita ketagihan untuk menjalaninya (dibanding hasil kesuksesan itu sendiri). Proses – betapapun melelahkan — selalu merupakan an amazing journey.
Oke, kalau proses itu sedemikian panjang dan kadang melelahkan, lalu elemen apa yang mesti diringkus dan dijadikan bantal untuk ditiduri? Dan persis disinilah kita disapa dengan sebuah tema yang bertajuk the power of positive mindset.
If you can DREAM it, you can ACHIEVE it. Inilah sepotong mantra yang mungkin bisa meringkas apa itu makna positive mindset. Itulah sebuah keyakinan tentang sikap mental positif untuk merajut sejarah kehidupan. Itulah sebuah keyakinan tentang pentingnya membangun impian-impian dan imajinasi yang positif tentang masa depan hidup.
Sejatinya, tema tentang positive mindset ini mengajak kita untuk selalu mengguyur diri kita dengan self talk dan self feeling yang positif. Sebab seperti yang pernah ditulis oleh para pakar Positive Psychology, pikiran dan perasaan yang ada dalam diri kita, akan memantulkan efek balik yang dramatis dalam perjalanan hidup kita.
Kalau pikiran dan perasaan kita selalu dilimpahi dengan prasangka positif, dengan sudut pandang yang positif, dengan kosa kata yang positif (hebat, bisa, yakin, bahagia, menakjubkan, bersyukur, berterima kasih, dst) maka jalinan hidup kita cenderung akan bergerak kearah tersebut. Sebaliknya, jika hidup kita acap diguyur dengan sikap mental negatif dan kosa kata yang negatif (mengeluh, kacau, stres, bete, gagal, marah, menyalahkan pihak lain, dst), maka rajutan nasib dan kehidupan kita bisa terus berada pada jalur tersebut.
Hanya sialnya, sebagian besar orang acapkali lebih banyak memikirkan/membicarakan hal-hal negatif dan yang tidak mereka sukai, ketimbang memikirkan dan membicarakan hal-hal positif (orang lebih banyak bicara hal-hal yang tidak mereka sukai tentang pekerjaan, tentang nasib, tentang lingkungan kerja, dst, dst).
Padahal membicarakan yang tidak disukai atau hal-hal negatif semacam itu, justru akan menarik energi negatif ke dalam hidup kita. Ujungnya : roda kehidupan akan terus menerus berada dalam lorong kegelapan, dan tenggelam dalam nasib yang tidak kita impikan.
Jadi alih-alih membicarakan banyak hal yang tidak kita sukai, kita justru harus banyak-banyak memikirkan dan membicarakan tema-tema yang positif : tentang masa depan yang lebih baik, tentang keberhasilan, dan tentang keindahan hidup yang terus menerus layak di-syukuri.
Selain positive mindset, atau sikap mental yang positif, pada akhirnya keberhasilan hidup yang sejati hanya bisa dipahat manakala kita juga bisa menjelujurkan serangkaian positive action.
Dan persis disitulah kita berpelukan dengan hukum karma : apa yang Anda berikan dalam hidup ini adalah apa yang akan Anda terima kembali dalam hidup. Berikan tindakan positif, maka Anda akan menerima yang positif. Berikan hal-hal dan tindakan yang negatif, maka Anda akan mendapatkan yang negatif.
Karena itu, ketika kita hendak meraih kesuksesan hidup yang positif, menebar benih kebaikan adalah sebuah keniscayaan.
Maka, bentangkan selalu tindakan yang positif dan penuh kemuliaan : tekuni setiap pekerjaan dengan niat ibadah, hadirkan amal kebaikan kepada sesama, dan tentu saja, selalu ikhlas berbagi dan bersedekah kepada yang membutuhkan : sedekah ilmu, sedekah tenaga, dan sedekah kekayaan.
Itulah dua pilar kesuksesan hidup yang hakiki : Positive MINDSET dan Positive ACTION.
Selamat bekerja, teman. Mudah-mudahan Anda semua bisa selalu menebarkan dua pilar itu dalam jejak kehidupan yang fana ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Merebut Kesuksesan Melalui Visualisasi Positif

success-cartoon-resize.jpg Ketika anda membayangkan sesuatu melalui pikiran, kira-kira apa yang terpancar dalam benak anda : apakah anda membayangkan sebuah pencapaian, apresiasi dan kemenangan atau sebaliknya, kegagalan dan keterpurukan?
Sejumlah riset menunjukkan bahwa ternyata visualisasi memberikan pengaruh kuat terhadap kinerja kita. Ketika imajinasi kita selalu dihantam oleh bayangan keterpurukan dan pesimisme, maka jaringan otak kita perlahan-lahan akan mendorong kita untuk benar-benar mengalami keterpurukan.
Sebaliknya, ketika kita selalu membangun bayangan positif tentang diri kita, maka kita sesungguhnya tengah memulai dan memperkuat “cara kerja yang sempurna” di dalam otak kita. Pada gilirannya, jaringan sel dalam otak ini akan mampu mendorong kita untuk juga meraih kesempurnaan dalam kinerja nyata. “The more we practice perfection through mental rehearsals, the stronger the neural pathways will become and the better we will perform when the time comes”, demikian ujar Kris Cole dalam risalahnya yang berjudul Positive Visualization.
Olahragawan dan atlet telah mengkhayal bertahun-tahun untuk menjadi sempurna. Dan pada kenyataanya, satu dari pemain golf dunia, Jack Nicklaus, menempatkan 50 persen kesuksesannya karena ia rajin membangun visualisasi positif.
Lalu bagaimana melakukan visualisasi positif yang baik? Berikut langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan:
Pertama adalah, menentukan tujuan yang jelas dan menantang, tujuan yang ingin anda capai. Juga sebaiknya tujuan yang ingin kita raih itu bersifat spesifik. Misal : Anda membayangkan ingin memiliki jaringan toko buku khusus untuk anak-anak.
Kemudian mulailah melakukan visualisasi :
- Relaks. Carilah momen-momen dimana Anda tengah santai. Ini akan membuat otak anda lebih terbuka untuk memulai dan memperkuat “cara kerja yang benar”
- Fokuskan perhatian Anda pada langkah nyata yang mesti dilakukan untuk memulai usaha jaringan toko buku anak-anak itu. Apa saja yang mesti diperlukan, tahapan apa yang mesti dilakukan, bagaimana Anda akan mengelola toko itu, bagaimana Anda melakukan promosi, mengelola karyawan toko, dan membesarkan toko menjadi toko buku pilihan anak-anak.
- Bayangkan tujuan anda sedetail mungkin. Bayangkan segalanya: lokasi persis dimana toko buku itu berada, desain interior toko, kombinasi warna meja dan kursi, tata letak buku, kemudian bayangkan pula keramaian dan keriangan anak-anak yang memenuhi setiap sudut toko Anda.
- Lalu, libatkan emosi anda. Bagaimana rasanya mampu meraih tujuan itu dengan sempurna? Bagaimana rasanya bisa benar-benar memiliki jaringan kios buku anak-anak yang tiap hari ramai dikunjungi pembeli. Menyertakan perasaan dan emosi akan memperkuat sistem “cara kerja yang benar” dalam otak anda.
Selanjutnya lakukan hal yang sama berulang-ulang. Untuk mendapat hasil yang optimal, lakukan visualisasi positif setiap kali anda mempunyai waktu luang, sekurangnya sehari sekali, misal ketika Anda akan tidur dan tengah rileks.
Namun segera harus disebutkan bahwa “beautiful dream” atau impian indah itu mesti harus juga diikuti dengan langkah penyusunan strategi dan aksi nyata. Pelan-pelan mesti ditekadkan untuk mulai mengeksekusi strategi yang Anda susun melalui serangkaian aksi nyata yang konkrit dan sistematis. Nah, dalam proses implementasi itu, kita harus tetap terus menerus secara rutin melakukan visualisasi positif.
Oke, selamat melakukan visualisasi positif. Goodluck !!

http://strategimanajemen.net/2007/08/27/merebut-kesuksesan-melalui-visualisasi-positif/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Law of Attraction : Jalan Terjal Menuju Nirvana Kebahagiaan (Bagian 2)

visualisasi-positiv-resize.jpgDalam tulisan bagian pertama (jika Anda belum membacanya, silakan baca terlebih dahulu disini), kita telah membahas mengenai prinsip Law of Attraction (Hukum Tarik Menarik). Ide dasar dari pinsip ini adalah apa yang Anda pikirkan akan menarik pikiran-pikiran yang serupa dan kemudian memantulkannya kembali pada Anda. Pikiran yang sedang Anda bayangkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan Anda, demikian tulis Rhonda Byrne. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan akan muncul sebagai hidup Anda. Pikiran Anda akan menjadi sesuatu.
Demikianlah, jika yang mendominasi bayangan dan pikiran kita adalah hal-hal yang negatif – kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu, merasa selalu kekurangan – maka gelombang pikiran itu akan memantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik kepada Anda. Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akan membuat kita terpelanting dalam kisah hidup yang penuh kepiluan.
Sebaliknya, jika pikiran kita dipenuhi dengan visualisasi yang sarat dengan energi positif – tentang semangat hidup, tentang keyakinan untuk merengkuh sejumput keberhasilan, tentang kelimpah-ruahan, tentang kegairahan optimisme yang meluap, tentang ucapan syukur yang tak pernah berhenti mengalir – maka jejak kehidupan pasti akan membawa kita lebur dalam nirvana kebahagiaan yang hakiki.
Karena itulah, para pakar motivasi senantiasa menganjurkan kita untuk selalu merawat otak dan pikiran kita agar selalu berada pada ranah yang positif. Visualisasi dan luapan energi yang positif, dengan kata lain, perlu terus digodok dan diinjeksikan kedalam segenap sel saraf otak kita. Sebab dengan itulah, sketsa indah tentang keberhasilan dan kebahagiaan bisa mulai dilukiskan dengan penuh kesempurnaan.
Sesungguhnya, ide tentang korelasi antara spirit hidup yang positif dengan level keberhasilan individu pernah dielaborasi secara ekstensif oleh para akademisi jauh sebelum buku Law of Attraction yang menggemparkan itu terbit. Martin Seligman adalah salah satu tokohnya. Tokoh yang acap disebut sebagai Bapak Psikologi Positif ini, melalui bukunya yang bertajuk Learned Optimism telah memberikan elaborasi yang solid tentang betapa spirit optimisme dan pola pikir positif amat berpengaruh terhadap keberhasilan hidup.
Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar perjalanan hidup kita selalu diselimuti oleh energi positif dan spirit optimisme yang menghentak serta terus mengalir.
Salah satu cara yang populer adalah melalui teknik visualisasi positif (saya pernah mengulas teknik tersebut DISINI, karena itu silakan kesitu jika Anda ingin membacanya).
Cara lain yang praktis mungkin adalah ini : tenggelamkan diri Anda dalam lingkaran pergaulan atau komunitas yang memiliki visi hidup positif. Mungkin kita bisa memulainya dari lingkungan terdekat, keluarga. Siramilah segenap interaksi dalam keluarga kita dengan energi positif, rajutlah komunikasi yang produktif dengan pasangan hidup kita (dan bukan membanjirinya dengan aneka keluhan seperti : Aduh Mama, kenapa lauknya asin banget? Atau : Mama gimana sih, kok celana dalam saya ndak ada yang kering?). Lalu, limpahilah jua anak-anak kita dengan pujian dan apreasiasi (dan bukan dengan rentetan kalimat negatif seperti : kenapa rapormu jelek, kenapa nilai matematika si Andi lebih baik dari kamu, dst).
Lalu, bangun pula persahabatan dengan insan-insan yang selalu mampu menebarkan nyala kegigihan dalam setiap jejak langkahnya. Tebarkan interaksi dengan mereka yang selalu bisa memekarkan keyakinan untuk merengkuh keberhasilan; dan bukan dengan pribadi yang hanya bisa meletupkan energi negatif. Dan bentangkan sayap pergaulan kita dengan mereka yang selalu melihat masalah sebagai sebuah tantangan yang pasti bisa dituntaskan – dan tidak dengan orang-orang yang hanya menabur komplain, saling-menyalahkan dan mengeluarkan sembilu keluhan tanpa ujung.
Pada sisi lain, mungkin ada baiknya juga jika kita melimpahi hidup dengan bacaan dan pengetahuan yang inspiratif, menyegarkan serta mampu membawa pencerahan. Bacaan itu bisa kita gali dari buku-buku, majalah atau blog-blog bermutu (ya contohnya seperti blog yang sedang Anda baca ini….:):)). Pengetahun yang inspiratif ini barangkali dapat menopang dan membantu kita dalam merajut etos hidup yang dilimpahi oleh energi positif.
Pada akhirnya mesti dikatakan bahwa jalan menuju nirvana kebahagiaan sungguh merupakan jalan yang terjal nan berliku. Namun selalu hadapilah jalan yang panjang itu dengan sikap hidup positif, dengan spirit optimisme, dengan keyakinan yang menggumpal, dan dengan limpahan rasa syukur yang mengalir tanpa henti.
Juga dengan lantunan doa yang khusyu’ tanpa henti pada Sang Ilahi. Percayalah, seribu malaikat pasti akan selalu mendengar doa yang Anda bisikkan siang dan malam itu……..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Law of Attraction : You Can If You THINK You Can (Bagian 1)

loa-picture-re.jpgYou can if you think you can. Kalimat sakti yang pernah menjadi judul buku legendaris karangan Norman Vincent Peale ini sepertinya hendak memberikan satu pesan yang jelas : jika Anda senantiasa berpikir positif, selalu merajut “mentalitas bisa” (can do attitude), dan senantiasa membayangkan masa depan dengan gelegak optimisme, maka percayalah, hidup Anda pada akhirnya benar-benar akan basah kuyup dalam nirvana keberhasilan dan kebahagiaan.
Dan persis seperti itulah spirit yang dikandung oleh Law of Attraction (LOA) – sebuah aliran keyakinan yang kini tengah digandrungi dimana-mana. Maka simaklah petikan kalimat-kalimat berikut ini.
Rahasia besar kehidupan adalah hukum tarik menarik. Hukum tarik menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Ketika Anda membayangkan pikiran-pikiran, maka pikiran-pikiran itu dikirim ke Semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal yang serupa, dan lalu dikembalikan pada sumbernya, yakni Anda. (dikutip secara bebas dari buku The Secret karangan Rhonda Byrne).
Dengan kata lain, jika Anda selalu membayangkan pikiran yang negatif – kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu, merasa selalu kekurangan – maka gelombang pikiran itu akan memantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik secara powerful kepada sumbernya, yakni Anda. Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akan membawa kita dalam lorong gelap tak berujung.
Dalam lorong gelap itulah, benih-benih spirit optimisme, raungan keyakinan untuk mencengkram keberhasilan, dan daya juang untuk merajut imajinasi positif, menjadi hilang tak berbekas. Hidup yang nyata pada akhirnya akan berujung pada nyanyi bisu keterpurukan.
Itulah mengapa sebagian orang lalu memberi saran agar kita menjaga jarak dari lingkungan yang hanya menerbarkan energi kelam negativisme. Toh sialnya, setiap hari rasanya kita selalu disergap dengan energi negatif ini. Di jalanan tiap pagi kita disergap kemacetan yang melentik kita untuk segera mengeluarkan kemarahan dan umpatan menyalahkan pihak lain. Di kantor, kita acap menatap wajah-wajah sayu yang melakoni pekerjaannya dengan semangat yang kian sempoyongan. Di sudut lain kita juga tak jarang menemui sang complainer, yang kerjanya tiap hari hanya mengeluh : mengeluh bos-nya tidak adil-lah, mengeluh mengapa karirnya tak naik-naik-lah, atau mengeluh mengapa kopi yang disajikan office boy rasanya terlalu pahit……..
Dan aha, ketika kita pulang ke rumah, dan sejenak membaca berita di koran serta melihat acara talk show di televisi, duh mengapa isinya selalu sarat dengan negative news dan gambaran pesimisme yang kelam. Pengamat yang satu mengkritik ini, pengamat yang lain menyalahkan itu. Pengamat yang lainnya lagi memberikan gambaran masa depan bangsa yang seolah-olah akan jatuh dalam kegelapan abadi. (Fakta ini membuat teman saya pernah memberi saran pada saya agar BERHENTI total untuk membaca koran dan menonton televisi. Kenapa, tanya saya. Jawabnya lugas : berita dan komentar-komentar kelam yang muncul di televisi dan koran hanya akan membunuh imajinasi dan harapan Anda tentang masa depan yang lebih baik !!).
Begitulah. Ketika segenap partikel udara telah dipenuhi dengan energi negative, dan ketika berderet narasi tentang masa depan yang muram selalu menari dihadapan kita, maka apa yang sesungguhnya mesti kita lakukan?
Kita tentu tak boleh membiarkan diri kita larut didalamnya, sebab itu artinya hanya akan membuat kita terpelanting dalam kubangan nasib yang penuh ratapan dan sembilu kepedihan yang tak berujung.
Anda tak dapat menolong dunia dengan berfokus pada hal-hal negatif. Ketika Anda berfokus pada peristiwa-peristiwa negatif, maka Anda bukan saja menambahnya, namun juga mendatangkan lebih banyak hal negatif ke dalam hidup Anda sendiri,” demikian untuk mengutip kembali ungkapan Rhonda Byrne.
Jadi bagaimana dong? Saya akan mencoba mengeksplorasi butiran-butiran jawabannya dalam tulisan seri berikutnya (Anda bisa membacanya DISINI). Untuk sementara, silakan kembali mereguk kopi hangat yang sudah ada di meja Anda. Seruputlah kopi itu pelan-pelan, sambil berbisik dalam hati : life is good….yeah, life is good.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Sense!



this time I really felt crazy.
like someone who has been married a year ago and had a baby and was crazy to think of himself almost three months.

lucky i still think positively about him.
and casual in front of him.

and once again I felt this feeling crazy.
because he had forgotten all the men I liked.
because of he style, the way he spoke, until all of the behavior he makes me feel safe.

and once again it was insane!
oh my god! I feel really mad!

why every feeling that I think did not exist at all guys like him.
and why there should be him?
This was insane!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS